Kompetisi yang rutin dan berjenjang, kata Januarius, juga diperlukan untuk memberikan pengalaman bertanding kepada para pemain muda. Dengan kompetisi yang sehat dan berkesinambungan, para atlet dapat mengasah kemampuan, meningkatkan mental bertanding, sekaligus memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi yang dimiliki.
“Pengembangan usia dini harus menjadi perhatian serius karena dari sanalah kita mempersiapkan generasi pesepak bola Belu untuk masa depan. Anak-anak muda yang memiliki bakat harus diberikan ruang untuk berkembang dan berkompetisi,” ungkapnya.
Januarius berharap Pemerintah Kabupaten Belu dapat membangun sinergi dengan masyarakat, klub-klub sepak bola, sekolah sepak bola (SSB), organisasi olahraga, pelatih, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya dalam memajukan sepak bola daerah.
Menurutnya, kemajuan sepak bola tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran masyarakat dan seluruh elemen olahraga juga sangat dibutuhkan agar pembinaan dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.














