Yohanes juga mendesak Pemerintah Kabupaten Malaka dan pihak Kepolisian untuk segera turun tangan melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM guna mencegah terjadinya penimbunan maupun permainan harga di lapangan.
“Kami meminta Pemerintah Daerah dan aparat Kepolisian untuk segera melakukan pengawasan dan penertiban terhadap distribusi BBM agar tidak terjadi penimbunan dan praktik permainan harga yang merugikan rakyat,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa apabila dalam waktu dekat tidak ada respons maupun tindakan nyata dari pihak terkait, maka mahasiswa bersama masyarakat akan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari pihak terkait, maka kami bersama mahasiswa dan masyarakat akan melakukan aksi sebagai bentuk perjuangan demi kepentingan rakyat dan demi memastikan hak masyarakat untuk mendapatkan BBM dengan harga yang wajar,” tutup Yohanes Seran.














