Example floating
Example floating
Berita

PHPT PMKRI Salatiga Kecam Tindakan Represif Aparat terhadap Warga dan Aktivis PMKRI Ende

Avatar photo
×

PHPT PMKRI Salatiga Kecam Tindakan Represif Aparat terhadap Warga dan Aktivis PMKRI Ende

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
PHPT PMKRI Salatiga Kecam Tindakan Represif Aparat terhadap Warga dan Aktivis PMKRI Ende
PHPT PMKRI Salatiga Kecam Tindakan Represif Aparat terhadap Warga dan Aktivis PMKRI Ende

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

PMKRI Salatiga menilai peristiwa yang terjadi di Ende menjadi luka bersama bagi seluruh kader PMKRI secara nasional. Mereka menyoroti tindakan aparat saat Ketua PMKRI Ende, Daniel Turot, mencoba menghentikan alat berat yang akan merobohkan rumah milik keluarga Robert Rudi de Hoog.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pemerasan Mengguncang TTS, Pengacara Muda Belu Minta Polisi Bertindak Tegas

Dalam peristiwa tersebut, Daniel disebut sempat dihadang aparat gabungan Polri dan Satpol PP. Bahkan terjadi perdebatan dengan Wakapolres Ende, Kompol Ahmad, hingga muncul ancaman penangkapan apabila tetap menghalangi proses penggusuran. Situasi kemudian memanas dan terjadi aksi saling dorong antara aparat dan para aktivis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Atas kejadian tersebut, PMKRI Salatiga menyampaikan tiga poin sikap tegas.

Baca Juga :  Tokoh Pemuda Raimanuk Apresiasi Respon Cepat Polres Belu, Dorong Aktivasi Kembali Polsek Raimanuk

Pertama, mengecam segala bentuk intimidasi dan tindakan represif aparat terhadap warga sipil maupun pendamping masyarakat. Menurut mereka, aparat kepolisian seharusnya hadir sebagai pelindung rakyat, bukan alat kekuasaan.

Baca Juga :  Baru Dikerjakan, Jalan Sudah Retak: Warga Pertanyakan Kinerja Kadis PUPR Provinsi NTT

“Polri adalah pelindung rakyat, bukan alat kekuasaan. SOP Perkap Nomor 1 Tahun 2009 mewajibkan pendekatan persuasif, bukan dorong-dorongan dan ancaman tangkap maupun ancaman membunuh rakyat tanpa substansi,” ujar Dax.

Example floating