Example floating
Example floating
Berita

Sengketa Tanah SMA Negeri Perbatasan Lamaknen Selatan, Kepala Suku Raokata Leon Minta Pembangunan Dihentikan

Avatar photo
×

Sengketa Tanah SMA Negeri Perbatasan Lamaknen Selatan, Kepala Suku Raokata Leon Minta Pembangunan Dihentikan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Sengketa Tanah SMA Negeri Perbatasan Lamaknen Selatan, Kepala Suku Raokata Leon Minta Pembangunan Dihentikan
Sengketa Tanah SMA Negeri Perbatasan Lamaknen Selatan, Kepala Suku Raokata Leon Minta Pembangunan Dihentikan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

“Pada tahun 2018, sertifikat atas nama Ibu Adela terbit secara diam-diam. Tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi dari pihak pertanahan kepada kami sebagai pemilik ulayat. Bahkan, saat itu tidak ada sidang atau proses yang jelas, tiba-tiba sertifikat sudah dibagikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Belu Gelar Selter JPTP, Pemprov NTT Beri Pendampingan Teknis

Simon mengaku, dirinya sempat meminta agar pembangunan di atas tanah sengketa tersebut dihentikan. Namun, permintaan tersebut tidak diindahkan dan pembangunan tetap dilanjutkan hingga saat ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Provinsi untuk mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan maupun penggunaan gedung baru di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Bimtek SDGs Malaka Timur: Bidan Desa hingga KPM Belajar Input Data Akurat

“Harapan saya, pembangunan dihentikan dulu sampai masalah ini selesai. Kalau memang nanti sekolah itu tetap mau berjalan, maka harus melalui persetujuan dan penyerahan tanah dari Suku Raokata Leon, bukan dari pihak lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Desak Polres TTS Tindak Tegas Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

Ia juga menambahkan bahwa saat ini proses kegiatan belajar mengajar (KBM) diketahui belum sepenuhnya menggunakan gedung baru yang dibangun di atas lahan sengketa tersebut.

Example floating