Di tengah segala keterbatasan tersebut, Gregorius tetap setia mengabdi sebagai pelayan musik di Gereja St. Mikhael Biudukfoho. Baginya, musik bukan sekadar hobi atau cita-cita pribadi, tetapi juga bentuk pelayanan iman kepada Tuhan dan umat.
Selain aktif di gereja, Gregorius juga mulai memanfaatkan platform digital untuk membagikan karya dan perjalanan musiknya. Ia mengelola kanal YouTube dengan nama @sistal 224, yang menjadi wadah bagi dirinya untuk terus berkarya dan menjangkau lebih banyak pendengar.
Kisah Gregorius Taela menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda di Nusa Tenggara Timur, bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan tekad, kerja keras, dan kesabaran, setiap mimpi memiliki peluang untuk diwujudkan.
Ia pun berharap ke depan dapat terus belajar, berkembang, dan suatu hari mampu menghasilkan album musik yang lebih baik dan profesional.
“Yang penting terus belajar dan jangan berhenti. Tuhan pasti buka jalan,” pungkasnya.














