Setelah dua dekade menyimpan mimpi, akhirnya pada tahun 2019 Gregorius berhasil mewujudkan impiannya untuk pertama kali masuk ke studio rekaman. Momen tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang musisi.
“Masuk studio itu seperti mimpi yang jadi nyata. Saya merasa semua perjuangan selama ini tidak sia-sia,” tuturnya.
Namun, perjalanan tidak berhenti di situ. Ia kembali dihadapkan pada tantangan baru, yakni keterbatasan dana untuk melanjutkan produksi album berikutnya. Demi mewujudkan mimpinya, Gregorius mengambil keputusan besar untuk merantau. Tujuannya sederhana namun penting: mengumpulkan dana agar bisa membeli alat musik sendiri, khususnya keyboard.
Usaha kerasnya pun membuahkan hasil. Ia akhirnya berhasil memiliki keyboard yang selama ini diimpikannya. Meski demikian, ia mengakui masih memiliki keterbatasan dalam hal teknis, terutama dalam proses produksi musik.
“Saya sudah punya keyboard, tapi masih belajar bagaimana merekam vokal, menyusun suara satu dan suara berikutnya. Itu yang sementara saya pelajari,” jelasnya.














