“Kalau dipaksakan dalam kondisi seperti ini, bukan memperbaiki, malah bisa merusak lebih parah. Kita tunggu kondisi memungkinkan supaya pekerjaan bisa maksimal,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua secara tegas meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret terhadap kerusakan jalan tersebut. Ia menilai akses pendidikan tidak boleh terganggu oleh persoalan infrastruktur yang berlarut-larut.
Desakan tersebut mendapat perhatian luas dari mahasiswa dan masyarakat, mengingat jalan menuju kampus merupakan akses vital yang digunakan setiap hari.
Menanggapi hal itu, Bupati memastikan bahwa perbaikan jalan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia meminta masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk bersabar hingga kondisi cuaca mendukung pelaksanaan pekerjaan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan menuju STISIP Fajar Timur Atambua dilaporkan masih dalam keadaan rusak dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun. Masyarakat berharap adanya langkah cepat dan nyata dari pemerintah agar aktivitas pendidikan tidak terus terganggu.














