Beberapa warga lainnya yang ditemui di lokasi juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka mengaku kesulitan mengangkut hasil pertanian ke pasar, sehingga berpotensi mengalami kerugian. Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan juga menjadi lebih sulit, terutama bagi warga yang membutuhkan penanganan medis segera.
“Kalau ada yang sakit, ini jadi masalah besar. Kendaraan tidak bisa lewat, kami harus cari cara lain. Ini sangat berisiko,” ungkap salah satu warga lainnya.
Situasi ini menuntut adanya respon cepat dari pemerintah daerah, baik melalui dinas terkait maupun instansi teknis yang bertanggung jawab terhadap infrastruktur jalan. Penanganan darurat seperti pemasangan jembatan sementara atau perbaikan darurat dinilai sangat diperlukan untuk memulihkan akses masyarakat dalam waktu singkat.
Di sisi lain, perencanaan jangka panjang juga
menjadi hal yang tidak kalah penting. Pemerintah diharapkan dapat membangun infrastruktur yang lebih tahan terhadap bencana, mengingat wilayah tersebut memiliki potensi longsor terutama saat musim hujan.














