Diduga Lamban dan Tertutup, Kasus Kematian Frans Asten Diadukan ke Polda NTT
BELU, RFC – Keluarga almarhum Fransiskus Xaverius Asten mendatangi Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) untuk mengadukan ketidakjelasan penanganan kasus kematian yang dinilai tidak wajar. Kedatangan pihak keluarga diterima oleh perwakilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Diskrimsus) Polda NTT di ruang kerjanya pada Senin, 16 Maret 2026.
Maxi Mura bersama Zaka Moruk, yang merupakan mantan Kepala Bagian Keuangan Pemerintah Provinsi NTT sekaligus adik kandung almarhum Fransiskus Xaverius Asten, datang untuk meminta kejelasan atas perkembangan kasus yang hingga kini dinilai belum menunjukkan titik terang.
Usai pertemuan tersebut, Maxi Mura kepada media ini menjelaskan bahwa pihak Diskrimsus Polda NTT menerima kedatangan mereka dan memberikan penjelasan terkait prosedur pengaduan yang dapat ditempuh oleh keluarga korban.
“Kami bertemu dengan perwakilan Bapak Kapolda NTT dari Diskrimsus. Kami telah menyampaikan semua harapan terkait penanganan kasus kematian saudara kami, Frans Asten, yang sampai hari ini belum ada titik terang,” ujar Maxi Mura kepada Reformanews.com.














