Jakarta, ReformaNews.Com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin berpotensi menguat, didorong oleh peluang pemangkasan suku bunga BI-Rate oleh Bank Indonesia (BI).
Pada awal perdagangan, rupiah tercatat melemah tipis sebesar tiga poin atau 0,02 persen menjadi Rp15.153 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.150 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menyatakan bahwa sentimen pasar yang positif terhadap sikap BI membuka ruang bagi penguatan rupiah, terutama setelah pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS.
Pekan lalu, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen, yang dipandang sebagai stimulus positif bagi perekonomian.
Selain itu, suasana pasar terlihat optimis dengan indeks saham Asia yang bergerak di zona hijau, seiring keputusan The Fed yang menurunkan Fed Fund Rate (FFR) sebesar 50 basis poin menjadi 5 persen.
Menurut Ariston, pasar masih merespons positif langkah The Fed dan berharap ada pemangkasan suku bunga berikutnya.
Ia memperkirakan rupiah dapat bergerak menguat hingga mencapai Rp15.080 per dolar AS, dengan batas potensi resisten di Rp15.200 per dolar AS.














