Example floating
Example floating
Berita

Transformasi Digital dan Masa Depan Kerja: Alarm Kesiapan Mahasiswa di Tengah Disrupsi Teknologi

Avatar photo
×

Transformasi Digital dan Masa Depan Kerja: Alarm Kesiapan Mahasiswa di Tengah Disrupsi Teknologi

Sebarkan artikel ini
Reporter: Wulan Putri Perdana Laia |  Editor: Redaksi
transformasi-digital-dan-masa-depan-kerja-alarm-kesiapan-mahasiswa-di-tengah-disrupsi-teknologi
Transformasi Digital dan Masa Depan Kerja: Alarm Kesiapan Mahasiswa di Tengah Disrupsi Teknologi

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Transformasi Digital dan Masa Depan Kerja: Alarm Kesiapan Mahasiswa di Tengah Disrupsi Teknologi

Oleh: Wulan Putri Perdana Laia (Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, Universitas Kristen Indonesia)

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Jakarta, RFC – Laju transformasi digital yang kian masif bukan lagi sekadar fenomena global, melainkan realitas yang secara langsung mengubah wajah dunia kerja. Kehadiran teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan sistem otomatisasi telah mempercepat proses kerja sekaligus menggeser peran manusia dalam berbagai sektor industri.

Baca Juga :  Bupati Belu Tanggapi Keluhan Jalan Rusak Menuju STISIP Fajar Timur: “Tunggu Agak Kering, Truk Tronton Belum Bisa Turun”

Di satu sisi, digitalisasi menghadirkan efisiensi dan produktivitas tinggi. Namun di sisi lain, perubahan ini menjadi sinyal peringatan serius bagi dunia pendidikan, khususnya mahasiswa sebagai calon tenaga kerja. Banyak jenis pekerjaan yang bersifat rutin dan administratif kini mulai tergantikan oleh mesin dan sistem berbasis teknologi, sehingga mempersempit peluang kerja bagi mereka yang tidak memiliki keterampilan adaptif.

Baca Juga :  5.000 Jamaah Hadir Aman dan Tertib, Intel Kodim 1605/Belu Pantau Pengamanan Idul Fitri di Atambua

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 memperkuat gambaran tersebut. Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia tercatat sebesar 4,85% atau sekitar 7,46 juta orang. Lebih mengkhawatirkan, tingkat pengangguran usia muda (15–24 tahun) menembus angka di atas 16 persen. Sementara itu, pengangguran lulusan perguruan tinggi masih berada di kisaran 5,39 persen—indikasi nyata adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

Example floating