BPN Buka di 1 Januari 2026, Masyarakat Tetap Urus Roya
RFC, Hari pertama tahun 2026 menjadi penanda yang tidak lazim dalam rutinitas birokrasi. Ketika sebagian besar kantor pemerintahan menutup pelayanan karena libur nasional Tahun Baru, Kantor Pertanahan (BPN) di sejumlah daerah justru tetap membuka pintu. Layanan pertanahan berjalan, dan masyarakat memanfaatkannya untuk mengurus roya, penghapusan hak tanggungan atas tanah atau bangunan yang telah lunas dari kewajiban kredit.
Bagi warga, kebijakan ini terasa seperti angin segar. Wibawa, warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, datang ke Kantor Pertanahan pada 1 Januari 2026 untuk mengurus roya rumah susun yang ditempatinya. “Awalnya ragu karena ini hari libur. Tapi ternyata BPN tetap buka dan kami dilayani dengan baik,” ujarnya. Ia menyebut layanan di hari libur sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang selama hari kerja terikat aktivitas dan jam kantor.
Pengalaman Wibawa bukan kasus tunggal. Sejak masa libur Natal dan Tahun Baru, layanan pertanahan yang tetap berjalan menunjukkan satu fakta penting: kebutuhan masyarakat terhadap kepastian hukum atas tanah tidak mengenal kalender libur.
Roya dan Kepastian Hukum Warga
Roya merupakan tahapan krusial dalam administrasi pertanahan. Tanpa roya, sertipikat tanah atau bangunan masih tercatat memiliki beban hukum, meski kewajiban kredit telah lunas. Dalam praktiknya, banyak warga menunda pengurusan roya karena keterbatasan waktu dan persepsi bahwa prosesnya rumit.














