Ia menambahkan, GMNI harus tetap membuka diri terhadap kritik, masukan, maupun saran dari berbagai pihak. Baginya, kritik yang konstruktif justru menjadi vitamin untuk perbaikan organisasi. “Organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu mendengar dan mengolah kritik, lalu menjadikannya energi untuk berbenah.”
Momentum penunjukan Ketua Termandat ini menandai semangat baru bagi GMNI NTT. Bung Viki, dengan pengalaman organisasinya sejak di Belu hingga di tingkat provinsi, berkomitmen menjaga soliditas dan konsistensi gerakan.
Ia menegaskan bahwa GMNI di NTT harus tetap berpegang pada ajaran Bung Karno: berdiri di atas semua golongan, progresif, dan berpihak pada rakyat. Dengan demikian, Konferda tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga meneguhkan kembali arah perjuangan.
“Mandat ini bukan hanya tugas organisasi, tapi juga amanah sejarah. Kita semua harus menatap ke depan dengan semangat baru, menguatkan persatuan, dan memastikan GMNI NTT tetap menjadi rumah kaderisasi yang kokoh,” tutup Bung Viki.














