Example floating
Example floating
Politik

Tiyo Ardianto Viral, Ferross Angkat Bicara: Demokrasi Harus Punya Batas Moral

Avatar photo
×

Tiyo Ardianto Viral, Ferross Angkat Bicara: Demokrasi Harus Punya Batas Moral

Sebarkan artikel ini
Reporter: Amor |  Editor: Admin
Tiyo Ardianto Viral, Ferross Angkat Bicara: Demokrasi Harus Punya Batas Moral

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

“Kalau mau kritik, kritik kebijakannya. Jangan menyerang simbol negara atau kehormatan pribadi. Itu bukan keberanian, itu kebablasan,” sentil Ferross.

Ia menilai, tindakan seperti itu berpotensi memberi contoh yang kurang baik bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai agen perubahan dan penjaga moral bangsa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

“Mahasiswa itu pilar intelektual. Kalau yang ditampilkan hanya sensasi, tanpa gagasan dan tanpa etika, maka demokrasi kehilangan kualitasnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Tabungan SISUKA KSP Kopdit Obor Mas: Simpanan Seru, Untung Berlipat, Wujudkan Masa Depan Sejahtera

Ferross juga mengingatkan bahwa budaya demokrasi Indonesia harus tetap berpijak pada nilai-nilai adab dan penghormatan. Ia mengibaratkan hubungan antara rakyat dan pemimpin seperti anak dan orang tua.

Baca Juga :  Disiplin Waktu, Cermin Integritas: Melkianus Conterius Seran Hadir Lebih Awal di Pelantikan pengurus Beta Timor Malaka

“Seorang anak boleh menegur orang tuanya kalau salah, tetapi tidak layak merendahkan. Begitu juga rakyat terhadap pemimpinnya. Kritik itu hak, tapi adab adalah kewajiban,” katanya.

Baca Juga :  Hari Lahir Pancasila dan Tantangan Menata Ulang Arsitektur Ketatanegaraan Indonesia

Selain itu, ia menegaskan bahwa hukum positif Indonesia melalui KUHP dan Undang-Undang ITE juga mengatur batas-batas kebebasan berekspresi, terutama terkait penghinaan, ujaran kebencian, dan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Example floating