“Sudah dua bulan sejak kepala sekolah meninggal, kami belum mendapatkan hak kami. Tetapi kami tetap mengajar,” ujar Dionesia.
Menurut Dionesia, pihaknya sebelumnya telah mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Malaka untuk menanyakan persoalan tersebut. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait penyelesaian administrasi maupun pencairan dana BOS.
“Kemarin sudah ke dinas, tetapi belum ada kejelasan. Katanya masih dalam proses,” ungkapnya.
Untuk diketahui, SDK Hanono saat ini memiliki 121 siswa dengan total 12 guru, terdiri dari 3 guru PNS dan 9 guru honorer.
Ketiadaan kepala sekolah selama dua bulan tersebut dinilai membuat sejumlah urusan penting sekolah tidak berjalan secara efektif, termasuk pengelolaan administrasi dan pengurusan dana BOS yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan kegiatan pendidikan serta hak para guru honorer.
Para guru berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Malaka segera mengambil langkah dengan menunjuk Plt. kepala sekolah agar roda administrasi dan pelayanan pendidikan di SDK Hanono dapat kembali berjalan normal serta hak para guru honorer segera dipenuhi.














