Bahkan, seseorang yang kerasukan roh jahat mengenali Yesus sebagai “Yang Kudus dari Allah.” Yesus kemudian menghardiknya dengan satu perintah tegas:
“Diam, keluarlah dari padanya.”
Roh jahat itu pun keluar dari orang tersebut tanpa menyakitinya.
Dari kisah Injil tersebut, Rm. Fransiskus mengajak umat untuk merenungkan sedikitnya tiga hal penting.
Sabda Tuhan Memiliki Kuasa
Pertama, Sabda Tuhan bukan sekadar bacaan biasa. Sabda Tuhan adalah Sabda yang hidup, aktif, penuh daya dan kekuatan yang sanggup meruntuhkan berbagai belenggu dalam kehidupan manusia.
Karena itu, umat diajak untuk tidak hanya membaca Kitab Suci sebagai rutinitas, tetapi membuka hati agar Sabda Tuhan benar-benar bekerja dan mengubah kehidupan.
Tidak ada kekuatan lain yang lebih besar daripada kuasa Sabda Tuhan.
Mengenal dan Taat kepada Yesus
Kedua, umat diajak untuk semakin mengenal dan taat kepada Yesus.
Menariknya, dalam kisah Injil tersebut, roh jahat yang bertentangan dengan Yesus justru mengenali-Nya sebagai Yang Kudus dari Allah dan akhirnya menaati perintah-Nya.














