“Manfaatkan waktu di rumah untuk membaca. Buku adalah jendela untuk melihat dunia. Dengan membaca, kita bisa mengetahui banyak hal meskipun belum pernah pergi ke tempat tersebut,” pesan keduanya kepada para siswa.
Bagi mereka, gerakan literasi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Sebuah buku yang dibagikan kepada seorang anak dapat menjadi awal dari tumbuhnya rasa ingin tahu, pengetahuan, bahkan cita-cita besar di masa depan.
Kehadiran kedua pegiat pendidikan tersebut juga menjadi pesan bahwa membangun kualitas pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat.
Di tengah keterbatasan yang masih dihadapi dunia pendidikan, buku bacaan menjadi salah satu sarana penting untuk memperluas wawasan peserta didik.
Sebab, dari halaman-halaman buku, anak-anak dapat menemukan pengetahuan, membangun imajinasi, dan perlahan membuka jalan menuju masa depan yang lebih luas.
Kristoforus dan Alfons berharap buku-buku yang telah dibagikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para siswa, terutama dengan menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif, baik di sekolah maupun di rumah.














