Example floating
Example floating
Pendidikan

Usai Kunker DPRD NTT, Kepala SMAN Bateti Tiba-Tiba Muncul dan Gelar Rapat Mendadak, Guru Pertanyakan Hak 15 Persen yang Belum Dibayar

Avatar photo
×

Usai Kunker DPRD NTT, Kepala SMAN Bateti Tiba-Tiba Muncul dan Gelar Rapat Mendadak, Guru Pertanyakan Hak 15 Persen yang Belum Dibayar

Sebarkan artikel ini
Reporter: amor |  Editor: admin
Usai Kunker DPRD NTT, Kepala SMAN Bateti Tiba-Tiba Muncul dan Gelar Rapat Mendadak, Guru Pertanyakan Hak 15 Persen yang Belum Dibayar

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Menurut sejumlah guru, sejak kunjungan kerja Komisi V DPRD Provinsi NTT yang menyoroti berbagai persoalan di SMAN Bateti, kepala sekolah baru terlihat aktif dan langsung mengadakan rapat internal.

Selain mempertanyakan soal kedisiplinan, guru-guru juga mendesak penyelesaian hak guru sebesar 15 persen yang hingga kini belum dibayarkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Mereka menjelaskan, sebanyak 15 orang guru hanya menerima pembayaran sebesar Rp750 ribu per orang untuk Tahun Anggaran 2024. Sementara untuk tahun 2025 hingga 2026, hak tersebut disebut belum dibayarkan sama sekali, meski dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terus dicairkan secara rutin.

Baca Juga :  Breaking News:Patung Bunda Maria Diarak Menembus Arus Kali Numponi, Umat Stasi Dasin Bertaruh Keselamatan Karena Ketiadaan Jembatan

Persoalan pembayaran hak guru menjadi agenda kedua dalam rapat. Namun, menurut para guru, pembahasan itu tidak menghasilkan kepastian.

“Guru-guru mendesak agar hak tersebut segera dibayarkan. Namun dalam rapat tidak ada kesepakatan maupun jadwal yang jelas mengenai kapan pembayaran akan dilakukan, padahal dana BOS terus cair sampai tahun ini,” kata sumber tersebut.

Baca Juga :  Fakta Mengejutkan, SD di Malaka Tengah Tak Punya WC

Kondisi ini semakin memperkuat harapan para guru agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana BOS di SMAN Bateti, termasuk transparansi penggunaan anggaran dan pemenuhan hak-hak guru.

Example floating