Opini

Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Reporter: Amor |  Editor: Admin
Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Jika kita benar-benar ingin menghormati perjuangan Kartini, maka tidak boleh ada lagi perempuan yang hidup dalam ketakutan. Kita harus berani melawan budaya yang membenarkan kekerasan dan membangun masyarakat yang menghargai martabat perempuan secara nyata.

Merayakan Hari Kartini di tengah meningkatnya kekerasan tanpa tindakan nyata adalah sebuah ironi. Kita memuliakan nama Kartini, tetapi mengabaikan penderitaan perempuan masa kini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Kartini pernah bermimpi agar perempuan Indonesia hidup bermartabat, cerdas, dan merdeka. Namun bagi banyak korban kekerasan, kemerdekaan itu belum sepenuhnya hadir.

Selama masih ada anak perempuan yang menjadi korban, selama masih ada perempuan yang mengalami kekerasan, dan selama masih ada suara yang dibungkam, maka perjuangan Kartini belum selesai.
Hari Kartini harus menjadi pengingat bahwa emansipasi bukan hanya soal kesempatan, tetapi juga tentang hak untuk hidup aman dan bebas dari kekerasan.

Perempuan tidak cukup dihormati dalam kata-kata, tetapi harus dilindungi dalam tindakan nyata.

Tag:

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp ReformaNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version