Opini

Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Reporter: Amor |  Editor: Admin
Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Pertanyaannya, apakah semangat Kartini benar-benar hidup dalam realitas sosial kita hari ini?
Jawabannya, belum sepenuhnya.

Perayaan Hari Kartini kerap berhenti pada simbol dan seremoni. Kita mengenang Kartini, tetapi belum sepenuhnya melanjutkan perjuangannya. Kita memuji perempuan dalam kata-kata, tetapi masih banyak perempuan yang hidup dalam ketakutan—bahkan di ruang yang seharusnya paling aman, yaitu rumah mereka sendiri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Di NTT, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan lagi persoalan tersembunyi. Hampir setiap waktu, muncul kabar tentang anak perempuan yang menjadi korban pelecehan, perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, atau korban yang memilih diam karena takut stigma sosial. Fakta ini menunjukkan bahwa ruang aman bagi perempuan belum sepenuhnya terwujud.

Kabupaten Malaka sebagai bagian dari NTT juga menghadapi persoalan serupa. Di tengah kuatnya nilai adat dan budaya kekeluargaan, masih ada perempuan dan anak yang menjadi korban di lingkungan terdekatnya.

Tag:

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp ReformaNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version