Selain itu, studi lain menemukan bahwa sekitar 42% mahasiswa mengalami kecemasan karier pada tingkat sedang, sementara sebagian lainnya berada pada tingkat tinggi.
Penelitian oleh Peter A. Creed, Wendy Patton, dan Michael Prideaux (2006) juga mengungkapkan bahwa kecemasan karier berkaitan erat dengan kurangnya kejelasan tujuan karier dan rendahnya kesiapan individu dalam menghadapi dunia kerja.
Data-data tersebut menunjukkan bahwa kecemasan karier merupakan fenomena nyata dan cukup umum terjadi di kalangan mahasiswa, terutama menjelang masa kelulusan.
Dampak Career Anxiety
Kecemasan karier yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan berbagai dampak negatif bagi mahasiswa. Salah satu dampak utama adalah kesulitan dalam mengambil keputusan karier. Mahasiswa yang terlalu cemas cenderung ragu dan tidak yakin dalam memilih jalan yang akan ditempuh.
Selain itu, kecemasan juga dapat menyebabkan menurunnya kepercayaan diri. Individu menjadi merasa tidak mampu, kurang kompeten, dan takut gagal. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menghambat perkembangan potensi diri.
