Example floating
Example floating
Nasional

Malaka di Ujung Merah Putih, Menangis Bersama Flores: MDUMP VI Hadirkan Doa, Solidaritas dan Harapan

Avatar photo
×

Malaka di Ujung Merah Putih, Menangis Bersama Flores: MDUMP VI Hadirkan Doa, Solidaritas dan Harapan

Sebarkan artikel ini
Reporter: amor |  Editor: admin
Malaka di Ujung Merah Putih, Menangis Bersama Flores: MDUMP VI Hadirkan Doa, Solidaritas dan Harapan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Puncaknya, para penonton diajak bersama-sama menyanyikan lagu “Kulihat Ibu Pertiwi.”

Suara penonton perlahan menyatu. Lagu tersebut tidak lagi sekadar menjadi bagian dari pertunjukan, tetapi berubah menjadi ungkapan bersama untuk saudara-saudari di Flores yang sedang menghadapi bencana.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Jika “Tanah Airku” mengiringi keheningan untuk mengenang para korban, maka “Kulihat Ibu Pertiwi” menjadi suara bersama untuk merasakan luka tanah air.

Baca Juga :  Caritas Australia Tinjau Program YMTM di Desa Nauke Kusa, Dorong Kemandirian Masyarakat

MDUMP VI akhirnya tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan kemerdekaan. Di tangan Komunitas Lafaek Malaka dan para pegiat komunitas, perayaan itu juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa nasionalisme dapat hadir dalam bentuk sederhana: mendoakan, mengheningkan cipta, berbagi, berkarya dan berdiri bersama mereka yang sedang berduka.

Baca Juga :  Pagar Bambu di Beranda Negeri: Kisah Gotong Royong Guru dan Siswa SMAN Halioan

Dari Malaka, daerah di ujung selatan Indonesia, pesan itu disampaikan melalui doa, keheningan, lagu, puisi, musik dan sebuah kotak donasi.

Sederhana, tetapi bermakna.

Ketika masyarakat Malaka bersama-sama menyanyikan “Kulihat Ibu Pertiwi”, malam itu seakan lahir sebuah pesan:

Example floating