KSK No. 47: Ketahanan Perbankan Buka Ruang Perkuat Pembiayaan Ekonomi
JAKARTA, RFC – Ketahanan sistem keuangan Indonesia tetap terjaga pada semester I 2026 meski perekonomian global menghadapi ketidakpastian yang meningkat. Kondisi perbankan yang ditopang permodalan dan likuiditas memadai membuka ruang bagi penguatan intermediasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Gambaran tersebut tertuang dalam buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No. 47, Agustus 2026 yang diluncurkan Bank Indonesia di Jakarta, Senin (14/9/2026).
KSK No. 47 mengangkat tema “Menjaga Resiliensi Sistem Keuangan, Memperkuat Momentum Pertumbuhan Ekonomi”.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro mengatakan, ketahanan sistem keuangan perlu dipertahankan sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat pembiayaan bagi perekonomian.
Salah satu indikator ketahanan perbankan tercermin dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR).
Pada Juni 2026, CAR perbankan tercatat sebesar 23,70 persen. Angka tersebut menunjukkan permodalan perbankan masih memadai untuk menghadapi berbagai risiko sekaligus memberikan ruang bagi aktivitas intermediasi.














