Akses Trans Flores Kembali Terbuka, Sinergi Lintas K/L Percepat Pemulihan Pascagempa M 7,7
ENDE, RFC – Bencana gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8) tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memicu tanah longsor di sejumlah titik strategis. Salah satu titik terdampak paling parah berada di Jalur Trans Flores Ende–Bajawa KM 4+350, di mana material tanah berpasir dan bebatuan setinggi hampir 30 meter menutupi seluruh badan jalan. Longsoran ini sempat melumpuhkan total akses utama yang menghubungkan Ende dan Nagekeo.
Merespons kondisi darurat pada urat nadi perekonomian, pariwisata, dan mobilitas warga tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR langsung bergerak cepat melakukan pembersihan jalur.















