Menurut Stefanus, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah atau petugas kebersihan semata. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah disediakan dan menjadikan budaya hidup bersih sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan Marriage Encounter Dekenat Malaka yang turut mengambil bagian dalam aksi peduli lingkungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas masyarakat menjadi kunci dalam membangun budaya hidup bersih yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan yang menggabungkan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Jalan Sehat Nusantara (JSN) ini, ME Dekenat Malaka bersama DLH berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus tumbuh. Dengan demikian, ruang-ruang publik di Kabupaten Malaka dapat menjadi lebih bersih, sehat, nyaman, dan layak dinikmati oleh seluruh masyarakat.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Malaka yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua.”














