Example floating
Example floating
Hukum Kriminal

Ketika Pengabdian Kemanusiaan Dibalas Peluru di Papua, Sandiang Desak Pelaku Ditangkap dan Dihukum

Avatar photo
×

Ketika Pengabdian Kemanusiaan Dibalas Peluru di Papua, Sandiang Desak Pelaku Ditangkap dan Dihukum

Sebarkan artikel ini
Reporter: amor |  Editor: admin
Ketika Pengabdian Kemanusiaan Dibalas Peluru di Papua, Sandiang Desak Pelaku Ditangkap dan Dihukum

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Kita boleh berbeda pandangan tentang banyak hal, tetapi tidak boleh berbeda dalam menghormati nyawa manusia. Kekerasan tidak boleh menjadi jalan keluar,” katanya.

Duka NTT untuk Dua Putra Terbaik yang Mengabdi di Papua

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Sandiang secara khusus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Willi Mbuik dan drh. Alfonsius Albinus Mehan, dua putra NTT yang sedang mengabdikan diri jauh dari tanah kelahirannya.

Baca Juga :  Pemred Timorline Geram, Laporan Vicky Nahak di Polres Belu Dinilai Sarat Intimidasi terhadap Pers

Menurutnya, keberadaan kedua korban di Papua menjadi gambaran bahwa semangat pengabdian orang NTT tidak dibatasi oleh jarak maupun batas wilayah.

Hari ini NTT kehilangan dua putra yang sedang mengabdi jauh dari tanah kelahirannya. Mereka pergi membawa semangat pelayanan. Karena itu, duka keluarga mereka adalah duka kita bersama. Dari NTT, kami menyampaikan solidaritas dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” tutur Sandiang.

Baca Juga :  Produksi Telur Meningkat, Capai 300 Butir Per Hari, BUMDes Hidup Baru Terkendala Transportasi

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Aprida Rapi yang berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.

Tiga korban berasal dari daerah yang berbeda, tetapi mereka dipersatukan oleh satu hal: pengabdian kepada masyarakat dan negara. Mereka adalah anak bangsa. Karena itu, tidak boleh ada sekat antara NTT, Sulawesi Selatan, Papua maupun daerah lainnya ketika kita berbicara tentang kemanusiaan,” tambahnya.

Example floating