Example floating
Example floating
Hukum Kriminal

Aspal Belum Sebulan Retak: Proyek Jalan Provinsi Teun-Halilulik Disorot Bau Korupsi

Avatar photo
×

Aspal Belum Sebulan Retak: Proyek Jalan Provinsi Teun-Halilulik Disorot Bau Korupsi

Sebarkan artikel ini
Reporter: Alfons |  Editor: Redaksi
aspal-belum-sebulan-retak-proyek-jalan-provinsi-teun-halilulik-disorot-bau-korupsi
Aspal Belum Sebulan Retak: Proyek Jalan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Dalam banyak perkara yang ditangani aparat penegak hukum, pola serupa kerap ditemukan: proyek dikebut menjelang akhir tahun anggaran, mutu dikompromikan, pengawasan longgar, lalu hasilnya cepat rusak. Proyek Teun–Halilulik kini berada dalam bayang-bayang pola klasik tersebut.

Publik berhak mengetahui apakah telah dilakukan uji mutu material, apakah volume pekerjaan sesuai kontrak, dan apakah ada sanksi atas keterlambatan pekerjaan. Transparansi menjadi kunci untuk meredam kecurigaan yang kian menguat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Ironisnya, proyek yang dimaksudkan sebagai bukti kehadiran negara justru memunculkan rasa frustrasi di tengah masyarakat. Jalan yang rusak dini bukan hanya soal aspal yang retak, tetapi juga kepercayaan publik yang ikut tergerus.

Baca Juga :  Kasus Penikaman di TTU Terungkap, Pelaku Ditangkap Wilkum Polsek Insana, Saat Hendak Kabur ke Belu

Jika tidak ada evaluasi menyeluruh dan tindakan tegas, proyek ini berpotensi menjadi monumen kegagalan tata kelola infrastruktur. Lebih jauh, ia dapat menjadi preseden buruk bagi proyek-proyek lain yang dibiayai uang rakyat.

Baca Juga :  Keluarga Korban Sesalkan Kinerja Polres Malaka, Proses Hukum Kasus Pengeroyokan Dinilai Berjalan di Tempat

Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah, dinas terkait, hingga aparat penegak hukum. Apakah proyek Teun–Halilulik akan dibiarkan menjadi “jalan rusak baru”, atau justru diusut hingga terang-benderang demi memastikan akuntabilitas penggunaan APBN?

Example floating