Jakarta, ReformaNews.Com – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan rupiah hari ini jatuh ke Level Rp15.155/USD melemah dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin.
Berdasarkan data Bloomberg, Kamis, 26 September 2024, hingga pukul 9.30 WIB, rupiah berada di posisi Rp15.155 per USD, turun 53 poin atau 0,35 persen dari Rp15.102 per USD pada penutupan sebelumnya.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebutkan bahwa beberapa pejabat The Fed akan memberikan sinyal terkait suku bunga pekan ini, terutama melalui pidato Ketua Jerome Powell pada Kamis. Selain itu, data indeks harga PCE, indikator inflasi favorit The Fed, akan diumumkan pada Jumat dan diperkirakan mempengaruhi rencana kebijakan suku bunga bank sentral.
Analis dari Citi memproyeksikan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar total 125 basis poin setelah penurunan 50 bps minggu lalu.
Di sisi lain, Goldman Sachs memperkirakan penurunan sebesar 25 bps pada setiap pertemuan mulai November hingga Juni 2025.
Sementara itu, aktivitas bisnis di zona euro mengalami kontraksi tajam bulan ini, terutama di Jerman, ekonomi terbesar di Eropa, yang mengalami penurunan lebih dalam.














