Dalam konteks perubahan iklim, volatilitas harga komoditas, dan keterbatasan infrastruktur, tekanan kecil bisa berdampak besar. Penurunan NTP bukan sekadar statistik, tetapi refleksi dari realitas sosial-ekonomi rumah tangga petani.
Baca Juga : Dari Rumah Reyot Menuju Hunian Layak, Kisah Syukur Anak Mama Yosefina Abuk di Biudukfoho
Jika kebijakan tidak segera merespons tren ini, angka 101,55 bisa menjadi sekadar catatan masa lalu—penanda waktu ketika petani NTT masih sempat bertahan, sebelum beban biaya hidup akhirnya melampaui kemampuan mereka untuk mengimbanginya.













