Example floating
Example floating
Ekonomi

IHSG Melemah, Tutup di Zona Merah pada Level 7.543

Avatar photo
×

IHSG Melemah, Tutup di Zona Merah pada Level 7.543

Sebarkan artikel ini
Reporter: Dedy |  Editor: Redaksi
IHSG Melemah Tutup di Zona Merah pada Level 7.543

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Jakarta, ReformaNews.Com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup melemah sebesar 0,26 persen atau turun 19 poin ke level 7.543.

IHSG sempat mengalami penguatan saat pembukaan perdagangan, namun terus mengalami penurunan hingga mencapai titik terendah di 7.504. Sepanjang hari ini, sebanyak 296 saham mencatatkan penurunan, 284 saham mengalami kenaikan, dan 216 saham stagnan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Saham-saham dari sektor barang konsumen sekunder (consumer cyclicals) mencatatkan kenaikan tertinggi dengan penguatan 0,64 persen, sedangkan sektor teknologi mengalami penurunan terdalam, merosot hingga 1,12 persen.

Baca Juga :  Inflasi Indonesia Stabil, Daya Beli Masyarakat Terjaga Dengan Kebijakan Pemerintah

Volume saham yang diperdagangkan hari ini mencapai 20,69 miliar lembar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,2 juta kali transaksi. Total nilai transaksi mencapai Rp12,14 triliun, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.628 triliun.

Baca Juga :  Menteri PANRB Ungkap Kebijakan Terbaru untuk Tenaga Honorer di Era Prabowo

Penurunan IHSG hari ini dipengaruhi oleh pelemahan di mayoritas bursa saham Asia, yang terimbas oleh ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah. Konflik tersebut juga memicu kenaikan harga minyak mentah dan emas, membuat para pelaku pasar mengalihkan investasinya ke aset safe haven yang lebih stabil.

Baca Juga :  Minimalisir Sengketa dan Persempit Ruang Gerak Mafia Tanah, Sekjen Kementerian ATR/BPN Serahkan 3.256 Sertipikat Tanah bagi Masyarakat Jawa Barat

“Ketegangan di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga komoditas seperti minyak dan emas, sehingga investor cenderung mencari aset aman,” jelas Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam laporannya saat penutupan perdagangan.

Example floating