Menurut Yulius, pinjaman sebesar Rp2 juta akan digunakan untuk menambah modal produksi, membeli kebutuhan usaha, serta meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar.
“Kami hanya mengajukan pinjaman Rp2 juta untuk menambah modal usaha. Nilainya memang tidak besar, tetapi sangat berarti bagi kelompok kami. Namun, pengajuan itu belum bisa dilayani melalui BUMDes,” ujar Yulius.
Meski demikian, Yulius mengaku tetap optimistis. Ia berharap dukungan tidak hanya datang dari Pemerintah Desa Haliklaran, tetapi juga dari Pemerintah Kabupaten Malaka serta seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan usaha masyarakat desa.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten, maupun pihak-pihak lain yang peduli terhadap pengembangan UMKM. Yang kami butuhkan bukan hanya bantuan modal, tetapi juga pendampingan, akses pemasaran, dan kesempatan agar usaha yang kami bangun sejak 2019 dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Yulius.














