Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI tahun sebelumnya.
Pameran menampilkan berbagai produk hasil kurasi, mulai dari wastra, pakaian siap pakai, aksesori, dekorasi rumah, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga produk desa wisata.
Dari Pameran ke Business Matching
Nilai strategis KKI tidak hanya terletak pada aktivitas jual-beli selama pameran.
Bank Indonesia juga menghadirkan business matching pembiayaan, ekspor, dan value chain.
Konsep tersebut membuka kemungkinan terjadinya hubungan bisnis yang lebih panjang.
Seorang pelaku UMKM yang bertemu dengan bank dapat memperoleh akses pembiayaan. Pelaku usaha lain dapat bertemu pembeli dari luar negeri. Sementara perusahaan besar dapat menemukan pemasok produk lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok mereka.
Jika hubungan tersebut berlanjut, pameran dapat menghasilkan efek ekonomi yang lebih panjang.
Digitalisasi Memperluas Pasar
KKI 2026 juga menempatkan kanal digital sebagai bagian penting dari strategi pengembangan UMKM.
Pameran daring memungkinkan produk UMKM tidak berhenti pada pasar pengunjung yang hadir secara fisik di JICC.














