Dengan demikian, satu kemitraan dapat menghasilkan rantai dampak ekonomi yang lebih luas.
Jangan Berhenti pada Seremoni
Namun, keberhasilan Gerakan Korporasi Gandeng UMKM akan sangat bergantung pada implementasi setelah business matching.
Kesepakatan di atas kertas harus berubah menjadi transaksi nyata.
UMKM yang dipertemukan dengan korporasi perlu memperoleh pendampingan agar mampu memenuhi standar dan volume pesanan.
Korporasi juga perlu membangun pola kemitraan yang berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi target program.
Sementara lembaga pembiayaan perlu mengikuti perkembangan usaha agar pembiayaan tidak membebani UMKM pada tahap awal pertumbuhan.
Karena itu, indikator keberhasilan gerakan ini seharusnya tidak berhenti pada nilai business matching.
Yang lebih penting adalah berapa kontrak yang terealisasi, berapa omzet yang bertambah, berapa UMKM yang mendapatkan pembiayaan, berapa tenaga kerja baru yang terserap, dan berapa usaha yang berhasil masuk pasar ekspor.
Menciptakan Korporasi Baru
Thomas melihat UMKM yang berkembang dapat menjadi usaha menengah dan pada akhirnya menjadi korporasi baru.














