Masalah UMKM Bukan Hanya Modal
Selama ini, keterbatasan pembiayaan kerap disebut sebagai salah satu persoalan UMKM.
Namun, modal bukan satu-satunya masalah.
Pelaku usaha juga membutuhkan kepastian pasar, teknologi, pengetahuan manajemen, standar produksi, jaringan distribusi, hingga kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah besar.
Karena itu, Bank Indonesia mendorong pendekatan yang menggabungkan pembiayaan dan akses pasar.
Melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM, pelaku usaha kecil dipertemukan dengan korporasi agar dapat masuk ke rantai pasok dan rantai nilai.
Korporasi membawa pasar, teknologi, pengalaman, dan standar usaha. UMKM membawa produk, kreativitas, fleksibilitas, serta potensi lokal.
Kemitraan tersebut dapat menjadi jalan bagi UMKM untuk meningkatkan skala usaha.
Business Matching Jadi Jembatan
KKI 2026 menjadi salah satu ruang implementasi strategi tersebut.
Bank Indonesia memfasilitasi business matching untuk mempertemukan UMKM dengan calon pembeli, korporasi, perbankan, dan lembaga pembiayaan.














