Selain itu, Gubernur Ayodhia mengajak lembaga keagamaan, termasuk MUI, untuk turut berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai isu penting di NTT seperti kemiskinan, stunting, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antar lembaga keagamaan dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkokoh persatuan bangsa.
“Saya berharap Rakorda ini menjadi titik kebangkitan bagi MUI NTT dalam berbagai aktivitas organisasi dan masyarakat, khususnya dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas umat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi NTT, Drs. H. Muhammad S. Wongso, dalam sambutannya menyatakan bahwa MUI selalu berkomitmen untuk menjaga keharmonisan bangsa dan kebahagiaan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa sejak didirikan pada tahun 1975, MUI berperan penting dalam mengawal umat Islam serta melaksanakan kegiatan kebangsaan.
Rakorda MUI 2024 ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan jajaran pengurus MUI dari seluruh provinsi NTT. Acara ini menjadi wadah untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman, serta mencari solusi bersama untuk tantangan yang dihadapi oleh MUI dalam menjalankan perannya di masyarakat.














