Dari Buruh Bangunan ke Baret Merah: Perjuangan Sunyi Petrus Manuel yang Menggetarkan
FHC, Pagi di Desa Netemnanu Selatan, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, biasanya dimulai dengan bunyi sekop menghantam pasir dan batu. Di antara para buruh bangunan itu, ada seorang pemuda kurus berkulit legam yang bekerja tanpa banyak bicara. Namanya Petrus Manuel.
Tak banyak yang tahu, di balik tangannya yang kasar karena semen dan pasir, tersimpan mimpi besar: menjadi prajurit TNI.
Petrus adalah anak yatim piatu. Ia menamatkan pendidikan di SMAN 1 Amfoang Timur pada 2023. Ketika teman-temannya bersiap merantau untuk kuliah, ia memilih jalan berbeda. Sejak kelas III SMA, saat tinggal dan dibina di Pos Angkatan Laut Oepoli, tekadnya telah bulat—ia ingin menjadi tentara.
“Saya mau tentara saja,” begitu jawabannya setiap kali keluarga menyarankan pilihan lain.
Lima Kali Gagal, Lima Kali Bangkit
Tahun 2023, ia mulai mengikuti seleksi TNI Angkatan Laut. Ia gagal.
Mencoba lagi, gagal lagi.














