Proposal pembangunan TPI Panmuti, menurut Tamoes, telah diantar langsung oleh Bupati Kupang ke Kementerian Kelautan dan Perikanan dan kini menunggu persetujuan.
“Saya minta masyarakat Kabupaten Kupang untuk berdoa agar TPI yang diusulkan melalui proposal dan diantar langsung oleh Pa Bupati dijawab oleh kementerian,” katanya.
Pembangunan TPI dinilai strategis tidak hanya untuk meningkatkan PAD, tetapi juga untuk mendorong kesejahteraan nelayan dan memperbaiki rantai pasok perikanan. Pemerintah daerah meyakini, apabila distribusi dan pemasaran terkonsolidasi di wilayah sendiri, maka perputaran ekonomi lokal akan meningkat.
Selain aspek ekonomi, ketersediaan dan akses ikan yang lebih terjangkau di wilayah kabupaten juga diharapkan berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, terutama dalam upaya penanganan stunting.
Meski demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa pembangunan infrastruktur pelelangan saja belum cukup. Penguatan kelembagaan nelayan, sistem logistik rantai dingin (cold chain), akses permodalan, serta tata kelola perikanan berkelanjutan menjadi faktor penentu agar potensi laut Kabupaten Kupang tidak lagi sekadar angka statistik, melainkan benar-benar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.














