Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas antarmahasiswa Manggarai di Kefamenanu, termasuk mempererat hubungan kekeluargaan dengan masyarakat Manggarai yang telah menetap di daerah tersebut. Menurutnya, kehadiran orang tua Manggarai di tanah rantau menjadi sumber dukungan moral dan kekuatan bagi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan.
Dalam periode kepemimpinannya, Silfanus mengusung tema “Meneguhkan Semangat Persaudaraan dalam Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa untuk Menjaga Identitas, Menguatkan Solidaritas, dan Mengabdi bagi Sesama.”
Tema tersebut, kata dia, memiliki makna mendalam bahwa seorang mahasiswa pemimpin tidak hanya mengejar jabatan atau kekuasaan, tetapi harus memiliki rasa kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial terhadap sesama.
Ia juga menegaskan bahwa IMM harus menjadi ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter mahasiswa melalui berbagai proses organisasi, mulai dari belajar berbicara di depan umum, menghargai perbedaan pendapat, hingga menyelesaikan persoalan bersama.














