“Jangan takut menghadapi dunia. Jangan takut membela kebenaran, karena dalam setiap perjuangan yang benar, kasih Tuhan selalu hadir menyertai,” tegas Romo Frans.
Ia juga mengajak umat, khususnya kaum muda, meneladani Santo Aloysius Gonzaga yang rela meninggalkan kenyamanan dunia demi kesetiaan pada panggilan iman dan pelayanan.
“Santo Aloysius adalah teladan kesetiaan iman dan pengabdian. Kekudusan dapat dicapai oleh siapa saja yang sungguh hidup dalam kehendak Allah,” lanjutnya.
Usai misa, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang berbagai lomba seperti Tarian Tebe antar lingkungan, Tarian Likurai, Lomba Baca Kitab Suci, serta Lomba Paduan Suara antar jenjang pendidikan se-paroki.
Ketua Panitia, Ibu Marisa D. Metty, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya rangkaian kegiatan HUT selama dua minggu.
“Kegiatan ini berjalan baik karena kebersamaan umat. Terima kasih kepada Pastor Paroki, para Pastor Pembantu, Suster, Pemerintah, Polsek Raihat, Satgas Pamtas RI–RDTL Armed 12, serta semua pihak yang terlibat. Kami juga mohon maaf atas segala kekurangan,” ujarnya.














