Example floating
Example floating
Berita

Webiner Hari Lingkungan Hidup 2026: Alarm Krisis Iklim, Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Avatar photo
×

Webiner Hari Lingkungan Hidup 2026: Alarm Krisis Iklim, Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Sebarkan artikel ini
Reporter: Amor |  Editor: Admin
Webiner Hari Lingkungan Hidup 2026: Alarm Krisis Iklim, Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Ia menegaskan bahwa kerja-kerja perawatan yang selama ini dilakukan perempuan masih sering dianggap tidak bernilai, meskipun sesungguhnya menjadi fondasi utama bagi ketahanan keluarga, komunitas, dan keberlanjutan sumber daya alam.

Lebih jauh, Linda menilai krisis iklim tidak pernah bersifat netral gender. Sebaliknya, krisis tersebut justru memperparah berbagai bentuk ketidakadilan yang telah lama dialami perempuan. Di sisi lain, berbagai proyek yang diklaim sebagai solusi krisis iklim sering kali mengabaikan kebutuhan dan pengalaman perempuan, bahkan mempersempit ruang demokrasi dan partisipasi politik mereka.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Menurutnya, minimnya pelibatan perempuan dalam proses pembangunan berkontribusi pada lahirnya kebijakan yang tidak responsif gender serta meningkatkan kerentanan perempuan pembela HAM dan lingkungan hidup di NTT.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Jalan Sepanjang 5,5 Km di Kupang, NTT, Di Tengah Kondisi Gelap

Dalam konteks tersebut, sejumlah regulasi seperti Undang-Undang Cipta Kerja dan Undang-Undang TNI dinilai menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi mempersempit ruang partisipasi publik, mengancam supremasi sipil, serta meningkatkan risiko pelanggaran hak asasi manusia dan kerusakan lingkungan.

Example floating