Dalam dokumen proyek perubahannya dijelaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini masih dihadapkan pada keterbatasan anggaran, belum optimalnya integrasi sistem, serta perlunya penguatan pengawasan agar setiap program berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran, mempercepat pelaksanaan program prioritas, memperkuat pengawasan pembangunan, meminimalkan potensi keterlambatan pekerjaan, serta memastikan setiap pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lorens optimistis implementasi SIJAMA Terintegrasi akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malaka.
“Proyek Perubahan SIJAMA Terintegrasi apabila diimplementasikan maka saya sangat yakin akan terjadi percepatan di seluruh infrastruktur, baik jalan dalam kondisi mantap di atas 70 persen, pembangunan bronjong dan tanggul sepanjang 9.657 meter, serta sarana infrastruktur lainnya walaupun dibatasi dengan anggaran yang terbatas. Inovasi ini juga dapat direplikasi pada daerah-daerah otonomi baru yang memiliki kapasitas fiskalnya rendah,” tulis Lorens dalam dokumen proyek perubahannya.














