Selain itu, di wilayah tersebut juga terdapat beberapa fasilitas pendidikan yang sangat bergantung pada akses jalan tersebut, di antaranya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan SMAK St. Agustinus Raimanuk yang setiap hari digunakan oleh para pelajar dan tenaga pendidik.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka bisa berkolaborasi dan membangun komunikasi untuk membangun infrastruktur jalan ini. Karena jalan ini sangat penting bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, perbaikan jalan tersebut tidak hanya berdampak pada akses pendidikan, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.
Menurutnya, hasil bumi masyarakat seperti kelapa, kemiri, mente, dan lombok sering mengalami kesulitan untuk dipasarkan karena buruknya kondisi jalan.
“Kalau jalan ini bagus, tentu hasil kebun masyarakat bisa dijual dengan lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.














