“Kami sangat kecewa. Air bersih yang sudah lama dikerjakan sampai sekarang belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Mandeu Raimanus. Ada apa dengan pemerintah terkait hal ini?” ujar Dion.
Ia mempertanyakan mengapa pekerjaan yang telah menghabiskan anggaran dalam jumlah besar tersebut belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan.
Dion menegaskan, masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap fasilitas yang telah dibangun dapat segera difungsikan sehingga air bersih bisa dinikmati oleh warga yang selama ini membutuhkan.
“Sejak bulan November 2025 sampai sekarang, menjelang akhir Agustus 2026, masyarakat belum merasakan pemanfaatan air bersih tersebut,” katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah. Sebab, memasuki musim kemarau, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dipastikan semakin meningkat.
Persoalan air bersih di wilayah tersebut tidak hanya menyangkut kebutuhan rumah tangga masyarakat. Sejumlah fasilitas umum juga berada di kawasan yang membutuhkan ketersediaan air bersih untuk menunjang pelayanan dan aktivitas sehari-hari.














