Oktavianus berharap seluruh program yang dilaksanakan dalam KKN Tematik GENTASKIN 2026 dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan Desa Renrua.
“Harapan kami, program-program yang kami lakukan bisa dilanjutkan oleh masyarakat dan pemerintah desa. Kami hanya menjadi fasilitator dan pendamping. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa melanjutkan dan mengembangkan program ini setelah kami selesai melaksanakan KKN,” ungkapnya.
Ia juga berharap adanya kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, kader kesehatan, pelaku UMKM, serta berbagai pihak lainnya agar program penanganan stunting, peningkatan gizi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan secara berkesinambungan.
Program KKN Tematik GENTASKIN sendiri merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa yang diarahkan untuk memberikan dampak nyata kepada masyarakat, termasuk mendukung upaya penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur. Pendekatan program menekankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.














