Meski demikian, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, Silvester Nahak, menilai bahwa langkah-langkah penyelidikan perlu diperkuat, terutama pada aspek yang dinilai krusial dan belum tergali secara maksimal.
Silvester menegaskan bahwa ada sejumlah hal penting yang harus menjadi fokus penyidik, di antaranya penelusuran komunikasi terakhir almarhum sebelum meninggal dunia. Menurutnya, riwayat komunikasi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
“Kami meminta kepada penyidik agar segera menelusuri secara mendalam komunikasi terakhir almarhum, baik melalui telepon maupun pesan lainnya. Itu penting untuk mengetahui dengan siapa saja almarhum berinteraksi sebelum kejadian,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi jasad almarhum saat ditemukan. Menurut keterangan keluarga, terdapat kejanggalan yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
“Kondisi jasad saat meninggal, di mana mata almarhum dalam keadaan melotot dan lidah menjulur keluar, harus menjadi perhatian serius. Ini bukan hal biasa dan perlu ditelusuri secara ilmiah melalui pendekatan forensik yang komprehensif,” lanjut Silvester.














