Example floating
Example floating
Berita

Dana Desa Diduga Dialihkan, Eusebius Sulun Soroti Kebijakan Pemda Belu yang Dinilai Abaikan Otonomi Desa

Avatar photo
×

Dana Desa Diduga Dialihkan, Eusebius Sulun Soroti Kebijakan Pemda Belu yang Dinilai Abaikan Otonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Dana Desa Diduga Dialihkan, Eusebius Sulun Soroti Kebijakan Pemda Belu yang Dinilai Abaikan Otonomi Desa
Dana Desa Diduga Dialihkan, Eusebius Sulun Soroti Kebijakan Pemda Belu yang Dinilai Abaikan Otonomi Desa

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

“Dengan alokasi sebesar itu, otomatis ruang untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat menjadi sangat terbatas. Desa jadi kehilangan fleksibilitas dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Eusebius juga mengungkap adanya dugaan pengalihan Dana Desa secara masif oleh Pemerintah Kabupaten Belu ke program pengadaan bibit sengon dan porang (maek bako), yang disebut-sebut diwajibkan kepada seluruh desa dan dibebankan melalui Anggaran Dana Desa (ADD).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Ia menilai kebijakan tersebut bermasalah, baik dari sisi regulasi maupun substansi. Selain diduga melanggar aturan, program tersebut juga dianggap tidak mempertimbangkan kondisi riil tiap desa.

Baca Juga :  BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kritik Bupati Belu, Nilai Anggaran Daerah Lebih Banyak Dihabiskan untuk Seremoni

“Setiap desa punya karakteristik, kebutuhan, dan potensi yang berbeda. Tidak bisa diseragamkan dengan satu program yang dipaksakan. Ini berpotensi besar menimbulkan masalah baru,” katanya.

Lebih lanjut, ia menduga kedua program tersebut tidak melalui mekanisme perencanaan partisipatif seperti Musyawarah Dusun (Musdus) hingga Musyawarah Desa (Musdes).

Example floating