Krisis Pelayanan Kesehatan di Belu, Ketua BEM STISIP Fajar Timur Soroti Lemahnya Tata Kelola Pemda
BELU, RFC – Di tengah harapan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang layak, kondisi memprihatinkan justru terjadi di Kabupaten Belu. Aksi mogok kerja dokter spesialis di RSUD Atambua menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk kalangan mahasiswa.
Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua menyampaikan pernyataan sikapnya yang diterima media Reformanews.com melalui pesan WhatsApp pada Rabu (08/04/2026).
Dalam pernyataan tersebut, ia menilai Pemerintah Daerah Belu tengah menghadapi krisis serius, bukan hanya dari sisi anggaran, tetapi juga krisis keberpihakan terhadap keselamatan masyarakat.
Menurutnya, mogok kerja dokter spesialis menjadi indikator nyata bahwa ada persoalan mendasar dalam manajemen pelayanan kesehatan di daerah. Ia menegaskan bahwa masalah insentif yang berlarut-larut telah berubah menjadi “bom waktu” yang akhirnya berdampak langsung pada masyarakat kecil.
“Warga yang sudah mengantre sejak kemarin hingga pagi ini harus menerima kenyataan pahit karena pelayanan kesehatan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ini menunjukkan adanya kelalaian serius dalam tata kelola,” tegasnya.














