Example floating
Example floating
Opini

Anak Kenyang Bukan Berarti Sehat: Menguji Arah Program MBG

Avatar photo
×

Anak Kenyang Bukan Berarti Sehat: Menguji Arah Program MBG

Sebarkan artikel ini
Reporter: Melkias Manggoa  |  Editor: Redaksi
anak-kenyang-bukan-berarti-sehat-menguji-arah-program-mbg

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Anak Kenyang Bukan Berarti Sehat: Menguji Arah Program MBG

Oleh: Melkias Manggoa

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

RFC, Data nasional menunjukkan problem itu nyata. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam berbagai laporan 2023 mencatat stunting, anemia, dan kekurangan energi kronis masih menjadi pekerjaan rumah, termasuk pada kelompok usia sekolah. Artinya, akses makanan belum otomatis menjamin gizi seimbang.

Baca Juga :  Presiden Prabowo dan Ketua MPR Bahas Isu Strategis di Istana Merdeka, Tekankan Komitmen Program Nasional!

Di sinilah MBG diuji arah dan orientasinya. Jika program ini hanya berhenti pada pembagian porsi makanan tanpa standar komposisi nutrisi yang ketat, maka risiko kegagalan substantif terbuka lebar. Secara administratif, jutaan porsi mungkin tersalurkan. Namun secara kesehatan publik, dampaknya bisa minimal.

Baca Juga :  Mengenal Tren Karier Anak Muda Indonesia di Era Serba Digital: Dinamika, Tantangan, dan Peluang di Dunia Kerja Modern

Dari Perut ke Otak
Persoalan gizi bukan sekadar soal fisik, melainkan juga kapasitas kognitif. UNICEF (2020) menegaskan bahwa kekurangan zat besi berpengaruh pada konsentrasi dan daya tahan belajar, sementara defisit protein dapat menghambat perkembangan otak anak. Gizi buruk hari ini berkelindan dengan rendahnya produktivitas dua dekade mendatang.

Example floating