Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya cinta, bangga, dan paham (CBP) terhadap rupiah serta mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat nilai rupiah dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat,” katanya.
Kesimpulan: Masa Depan Sehat untuk Ekonomi Lokal
Dengan ditutupnya acara “Katong Manise,” Linus Lusi berharap agar semua peserta dapat menerapkan apa yang telah dipelajari, terutama dalam menghargai dan mencintai rupiah.
“Masa depan anak-anak kita ada di tangan kita. Mari bersama-sama membangun kesadaran dan kebanggaan terhadap mata uang kita, demi stabilitas dan kesejahteraan ekonomi daerah,” tutupnya.
Melalui inisiatif seperti ini, diharapkan generasi muda di Kupang tidak hanya menjadi konsumen yang cerdas, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam perekonomian lokal, siap menghadapi tantangan keuangan di masa depan.






