“Jika guru kuat, maka pendidikan kuat. Dan jika pendidikan kuat, maka masa depan bangsa ini juga kuat,” tegasnya.
Momen upacara tersebut tidak hanya menampilkan tampilan formal khas peringatan nasional, tetapi juga nuansa kekeluargaan yang sangat kuat. Para guru mengenakan pakaian kebesaran PGRI, sementara para orang tua dan siswa turut memakai kain adat Malaka yang memberi warna budaya tersendiri.
Dari kejauhan tampak beberapa siswa memegang poster kecil bertuliskan “Terima Kasih, Guru”, sementara kelompok orang tua murid tampak sesekali mengusap air mata haru ketika mendengar kalimat-kalimat reflektif dari pembina upacara.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan ikrar guru, penghormatan kepada para pendidik yang telah purna tugas, serta penampilan sederhana dari siswa yang membacakan puisi bertema “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.
Dalam kata penutup, Sesilia menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya untuk seluruh guru yang telah memberi hidupnya bagi dunia pendidikan.
“Selamat Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI. Terima kasih atas pengabdian dan ketulusanmu, wahai pahlawan tanpa tanda jasa.”














